Minggu, 15 Januari 2012
Posts by : Admin
PEMBAGIAN DAN CABANG-CABANG ULUMUL QUR'AN
B. PEMBAGIAN DAN
CABANG-CABANG
ULUMUL QUR'AN
Ilmu-ilmu Qur'an pada
dasarnya terbagi ke
dalam dua kategori,
yaitu:
1. Ilmu Riwayah, yaitu
ilmu-ilmu yang hanya
dapat diketahui melalui
jalan riwayat, seperti
bentuk-bentuk qiraat,
tempat-tempat
turunnya Al-Qur'an,
waktu-waktu turunnya,
dan sebab-sebab
turunnya.
2. Ilmu Dirayah, yaitu
ilmu-ilmu yang diketahui
melalui perenungan,
berpikir, dan
penyelidikan, seperti
mengetahui pengertian
lafal yang gharib,
makna-makna yang
menyangkut hukum,
penafsiran ayat-ayat
yang perlu ditafsirkan.
Menurut T.M Hasbi Ash-
Shiddieqy, ada tujuh
belas ilmu-ilmu Al-
Qur'an yang terpokok.
a. Ilmu Mawathin al-
Nuzul
Ilmu ini menerangkan
tempat-tempat turun
ayat, masanya, awalnya,
dan akhirnya.
b. Ilmu tawarikh al-
Nuzul
Ilmu ini menjelaskan
masa turun ayat dan
urutan turunnya satu
persatu, dari permulaan
sampai akhirnya serta
urutan turun surah
dengan sempurna.
c. Ilmu Asbab al-Nuzul
Ilmu ini menjelaskan
sebab-sebab turunnya
ayat.
d. Ilmu Qiraat
Ilmu ini menerangkan
bentuk-bentuk bacaan
Al-Qur'an yang telah
diterima dari Rasul SAW.
Ada sepuluh Qiraat yang
sah dan beberapa
macam pula yang tidak
sah.
e. Ilmu Tajwid
Ilmu ini menerangkan
cara membaca Al-
Qur'an dengan baik.
Ilmu ini menerangkan di
mana tempat memulai,
berhenti, bacaan
panjang dan pendek,
dan sebagainya.
f. Ilmu Gharib Al-Qur'an
Ilmu ini menerangkan
makna kata-kata yang
ganjil dan tidak terdapat
dalam kamus-kamus
bahasa Arab yang biasa
atau tidak terdapat
dalam percakapan
sehari-hari. Ilmu ini
berarti menjelskan
makna kata-kata yang
pelik dan tinggi.
g. Ilmu I'rab Al-Qur'an
Ilmu ini menerangkan
baris kata-kata Al-
Qur'an dan
kedudukannya dalam
susunan kalimat.
h. Ilmu Wujuh wa al-
Nazair
Ilmu ini menerangkan
kata-kata Al-Qur'an
yang mengandung
banyak arti dan
menerangkan makna
yang dimaksud pada
tempat tertentu.
i. Ilmu Ma'rifah al-
Muhkam wa al-
Mutasyabih
Ilmu ini menjelaskan
ayat-ayat yang
dipandang muhkam
(jelas maknanya) dan
yang mutasyabihat
(samar maknanya, perlu
ditakwil).
j. Ilmu Nasikh wa al-
Mansukh
Ilmu ini menerangkan
ayat-ayat yang dianggap
mansukh (yang
dihapuskan) oleh
sebagian mufassir.
k. Ilmu Badai' Al-Qur'an
Ilmu ini bertujuan
menampilkan
keindahan-keindahan Al-
Qur'an dari sudut
kesusastraan, keanehan-
keanehan, dan
ketinggian balaghahnya.
l. Ilmu I'jaz Al-Qur'an
Ilmu ini menerangkan
kekuatan susunan dan
kandungan ayat-ayat Al-
Qur'an sehingga dapat
membungkam para
sastrawan Arab.
m. Ilmu Tanasub Ayat
Al-Qur'an
Ilmu ini menerangkan
persesuaian dan
keserasian antara suatu
ayat dan ayat yang
didepan dan yang
dibelakangnya.
n. Ilmu Aqsam Al-
Qur'an
Ilmu ini menerangkan
arti dan maksud-maksud
sumpah Tuhan yang
terdapat dalam Al-
Qur'an.
o. Ilmu Amtsal Al-
Qur'an
Ilmu ini menerangkan
maskud perumpamaan-
perumpamaan yang
dikemukan Al-Qur'an.
p. Ilmu Jidal Al-Qur'an
Ilmu ini membahas
bentuk-bentuk dan cara-
cara debat dan bantahan
Al-Qur'an yang
dihadapkan kepada
kamu Musyrik yang
tidak bersedia
menerima kebenaran
dari Tuhan.
q. Ilmu Adab Tilawah Al-
Qur'an
Ilmu ini memaparkan
tata-cara dan kesopanan
yang harus diikuti ketika
membaca Al-Qur'an.
Ramli Abdul Wahid
menambahkan ilmu
tafsir sebagai bagian dari
Ulumul Qur'an . Ilmu
tafsir berfungsi sebagai
alat untuk mengungkap
isi dan pesan yang
terkandung dalam ayat-
ayat al-Qur'an.
Menurunya, Ulumul
Qur'an lebih umum dari
ilmu tafsir karena
Ulumul Qur'an ialah
segala ilmu-ilmu yang
mempunyai hubungan
dengan Al-Qur'an. Ilmu
tafsir tidak kurang
penting dari ilmu-ilmu
tersebut di atas,
terutama setelah
berkembang dengan
menampilkan berbagai
metodologi, corak, dan
alirannya.
Pintu ilmu ini selalu
terbuka kepada setiap
ulama yang datang
kemudian untuk
memasuki persoalan-
persoalan yang belum
terjamah para ulama
terdahulu karena
faktor-faktor tertentu.
Dengan ilmu ini
seseorang akan dapat
menunjukkan dan
mempertahankan
kesucian dan kebenaran
Al-Qur'an. Betapa
pentingnya ilmu ini
sehingga Al-Zarqani
memberikan
perumpamaan Ulumul
Qur'an sebagai
C. MUNCULNYA
PEMBAHASAN
CABANG-CABANG
ULUMUL QURAN
Disamping ilmu tafsir
lahir pula karangan yang
berdiri sendiri mengenai
pokok-pokok
pembahasan tertentu
yang berhubungan
dengan Qur’an, dan hal
ini sangat diperlukan
oleh seorang mufasir,
diantaranya :
1. Ulama abad ke-3
Hijriyah
Ali bin al Madini ( wafat
234 H ) guru Bukhari,
menyusun karangannya
mengenai Asbabun
Nuzul
Abu Ubaid al Qasim bin
Salam ( wafat 224 H )
menulis tentang Nasikh
Mansukh dan Qira'at.
Ibn Qutaibah ( wafat
276 H ) menyusun
tentang Problematika
Quran ( Musykilatul
Quran ).
2. Ulama Abad Ke-4
Hijriyahj
Muhammad bin Khalaf
bin Marzaban ( wafat
309 H ) menyusun Al-
Hawi fa 'Ulumil Qur'an.
Abu Muhammad bin
Qasim al Anbari ( wafat
751 H ) juga menulis
tentang Ilmu-Ilmu
Qur'an.
Abu Bakar As Sijistani
( wafat 330 H )
menyusun Garibul
Qur'an.
Muhammad bin Ali bin
al-Adfawi ( wafat 388
H ) menyusun Al Istigna'
fi Ulumul Qur'an.
3. Ulama Abad Ke-5 dan
setelahnya
Abu Bakar al Baqalani
( wafat 403 H )
menyusun I'jazul Qur'an,
Ali bin Ibrahim bin Sa'id
al Hufi ( wafat 430
H )menulis mengenai
I'rabul Qur'an.
Al Mawardi ( wafat 450
H ) menegenai tamsil-
tamsil dalam Qur'an
(Amsalul Qur'an ).
Al Izz bin Abdussalam
( wafat 660 H ) tentang
Majaz dalam Qur'an.
Alamuddin Askhawi
( wafat 643 H ) menulis
mengenai ilmu Qira'at
( cara membaca
Qur'an ) dan Aqsamul
Qur'an.
CABANG-CABANG
ULUMUL QUR'AN
Ilmu-ilmu Qur'an pada
dasarnya terbagi ke
dalam dua kategori,
yaitu:
1. Ilmu Riwayah, yaitu
ilmu-ilmu yang hanya
dapat diketahui melalui
jalan riwayat, seperti
bentuk-bentuk qiraat,
tempat-tempat
turunnya Al-Qur'an,
waktu-waktu turunnya,
dan sebab-sebab
turunnya.
2. Ilmu Dirayah, yaitu
ilmu-ilmu yang diketahui
melalui perenungan,
berpikir, dan
penyelidikan, seperti
mengetahui pengertian
lafal yang gharib,
makna-makna yang
menyangkut hukum,
penafsiran ayat-ayat
yang perlu ditafsirkan.
Menurut T.M Hasbi Ash-
Shiddieqy, ada tujuh
belas ilmu-ilmu Al-
Qur'an yang terpokok.
a. Ilmu Mawathin al-
Nuzul
Ilmu ini menerangkan
tempat-tempat turun
ayat, masanya, awalnya,
dan akhirnya.
b. Ilmu tawarikh al-
Nuzul
Ilmu ini menjelaskan
masa turun ayat dan
urutan turunnya satu
persatu, dari permulaan
sampai akhirnya serta
urutan turun surah
dengan sempurna.
c. Ilmu Asbab al-Nuzul
Ilmu ini menjelaskan
sebab-sebab turunnya
ayat.
d. Ilmu Qiraat
Ilmu ini menerangkan
bentuk-bentuk bacaan
Al-Qur'an yang telah
diterima dari Rasul SAW.
Ada sepuluh Qiraat yang
sah dan beberapa
macam pula yang tidak
sah.
e. Ilmu Tajwid
Ilmu ini menerangkan
cara membaca Al-
Qur'an dengan baik.
Ilmu ini menerangkan di
mana tempat memulai,
berhenti, bacaan
panjang dan pendek,
dan sebagainya.
f. Ilmu Gharib Al-Qur'an
Ilmu ini menerangkan
makna kata-kata yang
ganjil dan tidak terdapat
dalam kamus-kamus
bahasa Arab yang biasa
atau tidak terdapat
dalam percakapan
sehari-hari. Ilmu ini
berarti menjelskan
makna kata-kata yang
pelik dan tinggi.
g. Ilmu I'rab Al-Qur'an
Ilmu ini menerangkan
baris kata-kata Al-
Qur'an dan
kedudukannya dalam
susunan kalimat.
h. Ilmu Wujuh wa al-
Nazair
Ilmu ini menerangkan
kata-kata Al-Qur'an
yang mengandung
banyak arti dan
menerangkan makna
yang dimaksud pada
tempat tertentu.
i. Ilmu Ma'rifah al-
Muhkam wa al-
Mutasyabih
Ilmu ini menjelaskan
ayat-ayat yang
dipandang muhkam
(jelas maknanya) dan
yang mutasyabihat
(samar maknanya, perlu
ditakwil).
j. Ilmu Nasikh wa al-
Mansukh
Ilmu ini menerangkan
ayat-ayat yang dianggap
mansukh (yang
dihapuskan) oleh
sebagian mufassir.
k. Ilmu Badai' Al-Qur'an
Ilmu ini bertujuan
menampilkan
keindahan-keindahan Al-
Qur'an dari sudut
kesusastraan, keanehan-
keanehan, dan
ketinggian balaghahnya.
l. Ilmu I'jaz Al-Qur'an
Ilmu ini menerangkan
kekuatan susunan dan
kandungan ayat-ayat Al-
Qur'an sehingga dapat
membungkam para
sastrawan Arab.
m. Ilmu Tanasub Ayat
Al-Qur'an
Ilmu ini menerangkan
persesuaian dan
keserasian antara suatu
ayat dan ayat yang
didepan dan yang
dibelakangnya.
n. Ilmu Aqsam Al-
Qur'an
Ilmu ini menerangkan
arti dan maksud-maksud
sumpah Tuhan yang
terdapat dalam Al-
Qur'an.
o. Ilmu Amtsal Al-
Qur'an
Ilmu ini menerangkan
maskud perumpamaan-
perumpamaan yang
dikemukan Al-Qur'an.
p. Ilmu Jidal Al-Qur'an
Ilmu ini membahas
bentuk-bentuk dan cara-
cara debat dan bantahan
Al-Qur'an yang
dihadapkan kepada
kamu Musyrik yang
tidak bersedia
menerima kebenaran
dari Tuhan.
q. Ilmu Adab Tilawah Al-
Qur'an
Ilmu ini memaparkan
tata-cara dan kesopanan
yang harus diikuti ketika
membaca Al-Qur'an.
Ramli Abdul Wahid
menambahkan ilmu
tafsir sebagai bagian dari
Ulumul Qur'an . Ilmu
tafsir berfungsi sebagai
alat untuk mengungkap
isi dan pesan yang
terkandung dalam ayat-
ayat al-Qur'an.
Menurunya, Ulumul
Qur'an lebih umum dari
ilmu tafsir karena
Ulumul Qur'an ialah
segala ilmu-ilmu yang
mempunyai hubungan
dengan Al-Qur'an. Ilmu
tafsir tidak kurang
penting dari ilmu-ilmu
tersebut di atas,
terutama setelah
berkembang dengan
menampilkan berbagai
metodologi, corak, dan
alirannya.
Pintu ilmu ini selalu
terbuka kepada setiap
ulama yang datang
kemudian untuk
memasuki persoalan-
persoalan yang belum
terjamah para ulama
terdahulu karena
faktor-faktor tertentu.
Dengan ilmu ini
seseorang akan dapat
menunjukkan dan
mempertahankan
kesucian dan kebenaran
Al-Qur'an. Betapa
pentingnya ilmu ini
sehingga Al-Zarqani
memberikan
perumpamaan Ulumul
Qur'an sebagai
C. MUNCULNYA
PEMBAHASAN
CABANG-CABANG
ULUMUL QURAN
Disamping ilmu tafsir
lahir pula karangan yang
berdiri sendiri mengenai
pokok-pokok
pembahasan tertentu
yang berhubungan
dengan Qur’an, dan hal
ini sangat diperlukan
oleh seorang mufasir,
diantaranya :
1. Ulama abad ke-3
Hijriyah
Ali bin al Madini ( wafat
234 H ) guru Bukhari,
menyusun karangannya
mengenai Asbabun
Nuzul
Abu Ubaid al Qasim bin
Salam ( wafat 224 H )
menulis tentang Nasikh
Mansukh dan Qira'at.
Ibn Qutaibah ( wafat
276 H ) menyusun
tentang Problematika
Quran ( Musykilatul
Quran ).
2. Ulama Abad Ke-4
Hijriyahj
Muhammad bin Khalaf
bin Marzaban ( wafat
309 H ) menyusun Al-
Hawi fa 'Ulumil Qur'an.
Abu Muhammad bin
Qasim al Anbari ( wafat
751 H ) juga menulis
tentang Ilmu-Ilmu
Qur'an.
Abu Bakar As Sijistani
( wafat 330 H )
menyusun Garibul
Qur'an.
Muhammad bin Ali bin
al-Adfawi ( wafat 388
H ) menyusun Al Istigna'
fi Ulumul Qur'an.
3. Ulama Abad Ke-5 dan
setelahnya
Abu Bakar al Baqalani
( wafat 403 H )
menyusun I'jazul Qur'an,
Ali bin Ibrahim bin Sa'id
al Hufi ( wafat 430
H )menulis mengenai
I'rabul Qur'an.
Al Mawardi ( wafat 450
H ) menegenai tamsil-
tamsil dalam Qur'an
(Amsalul Qur'an ).
Al Izz bin Abdussalam
( wafat 660 H ) tentang
Majaz dalam Qur'an.
Alamuddin Askhawi
( wafat 643 H ) menulis
mengenai ilmu Qira'at
( cara membaca
Qur'an ) dan Aqsamul
Qur'an.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



1 komentar:
sipp
Posting Komentar